Baru kali ini benar-benar tersentak oleh yang namanya diversitas
Padahal selama ini kami baik-baik saja
Biarpun ada masalah dapat terselesaikan secepat mata mengedip satu-dua kali
Tapi yang ini lain
"Mengambil kesempatan dalam kesempitan" memberi kedap di antara kami
Hingga bersuara saja takut
Menuliskan kalimat pun perlu beberapa kali menekan tombol hapus
Ada mereka, yang menyelubung dan menjadi nyata
Memberi lubang besar tempat kekhawatiran
Namun sisi lain lubang itu buntu
Seperti meminta kami untuk terduduk pasrah
Namun malas mencari jalan keluar
Pejuang-pejuang mulai meletakkan tameng mereka
Tanda istirahatkah atau menyerahkah?
Yang jelas takut, khawatir, dan cemas masih menggaung runyam
Menggerogoti nurani hingga habis harap kami
Mereka selamanya tetap bagian dariku
Namun yang terselubung, sudah mengikis habis rangkul hangat ini
Padahal selama ini kami baik-baik saja
Biarpun ada masalah dapat terselesaikan secepat mata mengedip satu-dua kali
Tapi yang ini lain
"Mengambil kesempatan dalam kesempitan" memberi kedap di antara kami
Hingga bersuara saja takut
Menuliskan kalimat pun perlu beberapa kali menekan tombol hapus
Ada mereka, yang menyelubung dan menjadi nyata
Memberi lubang besar tempat kekhawatiran
Namun sisi lain lubang itu buntu
Seperti meminta kami untuk terduduk pasrah
Namun malas mencari jalan keluar
Pejuang-pejuang mulai meletakkan tameng mereka
Tanda istirahatkah atau menyerahkah?
Yang jelas takut, khawatir, dan cemas masih menggaung runyam
Menggerogoti nurani hingga habis harap kami
Mereka selamanya tetap bagian dariku
Namun yang terselubung, sudah mengikis habis rangkul hangat ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar