Minggu, 27 September 2015

Yang Terselubung Itu, Nyata

Baru kali ini benar-benar tersentak oleh yang namanya diversitas
Padahal selama ini kami baik-baik saja
Biarpun ada masalah dapat terselesaikan secepat mata mengedip satu-dua kali

Tapi yang ini lain
"Mengambil kesempatan dalam kesempitan" memberi kedap di antara kami
Hingga bersuara saja takut
Menuliskan kalimat pun perlu beberapa kali menekan tombol hapus
Ada mereka, yang menyelubung dan menjadi nyata

Memberi lubang besar tempat kekhawatiran
Namun sisi lain lubang itu buntu
Seperti meminta kami untuk terduduk pasrah
Namun malas mencari jalan keluar

Pejuang-pejuang mulai meletakkan tameng mereka
Tanda istirahatkah atau menyerahkah?
Yang jelas takut, khawatir, dan cemas masih menggaung runyam
Menggerogoti nurani hingga habis harap kami

Mereka selamanya tetap bagian dariku
Namun yang terselubung, sudah mengikis habis rangkul hangat ini

Jumat, 25 September 2015

Tentang Malam Tadi

Setelah malam tadi
Baru benar-benar terpikir
Percakapan panjang dengan dua orang teman
Memang punya andil untuk kemudian mengubah haluan

Padahal sudah usaha memantapkan hati
Menunggu
Menunggu
Menunggu
Telah jadi mindset, tapi kuakui bingung masih menggantung
Apalagi setelah muncul fakta di malam tadi
Oleh dua orang teman yang menertawakan namun aku tau mereka peduli

"Lah jangan terlalu pemilih, yang satu sudah ready, kok!"
"Dia ready tapi saya closed PO, Kak!"
Dia tertawa lagi
"Nanti menyesal, bilang kenapa dulu kok aku tolak ya? Bilang ada yang jauh lebih baik daripada aku, padahal ntar ujung-ujungnya ya gigit jari juga!"
Satu teman lagi menimpali,
"Sudahlah. Yang satu lagi kan masih abu-abu. Yang satunya sudah hitam, berhenti di kamu."
"Padahal kamu beruntung sekali, dia yang punya standar tinggi lebih memilih untuk berharap dan menunggu!"

Berpikir lagi
Dengan semua tanda, mereka menyadari
Tapi aku yang punya diri, malah sebaliknya
Terlalu fokus kepada yang abu-abu
Lantas mengindahkan yang hitam, ditambah dengan tegas bilang tidak untuk membuka hati

Semua ini masih dengan judul yang sama
Tentang malam tadi
Tentang dua teman yang berhasil mengobrak-abrik hati
Tentang ketidaksiapan untuk membuang abu-abu
Tentang kemantapan untuk tetap berkata tidak pada hitam
Tentang aku yang berusaha taat dan berproses
Dalam memperbaiki diri
Hingga entah kapan

Mungkin hingga abu-abu sudah siap menjadi hitam?