Kamis, 28 Januari 2016

Restunya Demi Melabuh

Selalu senang, merasa tertantang, dan tentu termotivasikan oleh pencapaian mereka yang konsisten melompati pagar batasan nalar.
Pun sekaligus merasa kerdil...

Kata orang bijak, bahkan pendangdut amatiran di sudut gang terpencil saja pasti tahu,
bahwa masa muda itu hanya sekali.

Mumpung masih sendiri,
dan tuntutan obligasi terhadap orang-orang terkasih belum bertambah ruwet.

Tidak ada yang merengek minta buatkan susu formula kepadamu, bukan?
Tidak ada pula yang mengaduh minta uang saku di penghujung bulan.

Adakah alasan lebih baik untuk menolak ribuan kebaikan yang memilin dalam satu kesempatan?

Kesempatan adalah beranimu untuk tinggalkan ragu yang menggantung.
Aku mengaminkan bukan karena tamak akan posisi, apalagi demi pengakuan nan aduhai dari sesamaku.
Namun karena sindiran tanya lebih mengganggu ketimbang lelah.
Katanya, "Bilamana tak sekarang memanfaatkan, apakah di lain masa kau masih diizinkan untuk memilih hidup yang seperti ini?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar